Kesehatan merupakan aset fundamental bagi setiap individu, terutama bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dan aktivitas belajar yang padat. Melalui Layanan Kesehatan Remaja yang dikelola oleh Yayasan Yasda, para siswa mendapatkan akses fasilitas medis dasar dan edukasi kesehatan yang komprehensif di lingkungan sekolah. Program ini dirancang untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental yang sering dihadapi oleh kalangan pelajar di era digital. Dengan adanya tenaga medis yang kompeten dan fasilitas ruang kesehatan yang memadai, sekolah berupaya menjamin kesejahteraan seluruh warga sekolah agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal tanpa kendala kesehatan yang berarti di tahun 2026.
Kegiatan rutin yang dilakukan mencakup pemeriksaan berkala terhadap indra penglihatan, pendengaran, serta status gizi siswa. Selain itu, terdapat layanan konseling bagi siswa yang mengalami stres akademik atau masalah pergaulan, mengingat kesehatan mental kini menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik juga terus digencarkan untuk mencegah risiko penyakit tidak menular sejak dini. Kerjasama dengan Puskesmas setempat memastikan bahwa setiap rujukan medis dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Lingkungan yang sehat secara otomatis akan meningkatkan produktivitas dan konsentrasi belajar siswa di dalam kelas.
Salah satu agenda besar yang rutin diselenggarakan adalah kegiatan Donor Darah yang melibatkan partisipasi guru, staf, wali murid, dan siswa yang telah memenuhi syarat usia serta berat badan. Kegiatan sosial ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian antar sesama melalui tindakan nyata menyelamatkan nyawa orang lain. Para siswa diajarkan bahwa setetes darah yang mereka sumbangkan memiliki makna yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan di rumah sakit. Selain manfaat sosial, donor darah juga memiliki dampak positif bagi kesehatan pendonor, seperti memperlancar sirkulasi darah dan merangsang produksi sel darah baru dalam tubuh.
Proses pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan standar medis yang ketat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Sebelum melakukan donor, setiap calon pendonor diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan singkat untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima. Bagi para siswa yang belum memenuhi syarat usia, mereka dilibatkan sebagai panitia pelaksana untuk belajar mengenai manajemen acara kesehatan dan pentingnya solidaritas sosial. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga mengenai pengabdian masyarakat yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku teks di kelas. Keberhasilan acara ini selalu ditandai dengan tercapainya target kantong darah yang telah ditetapkan setiap tahunnya.