Pengenalan kembali terhadap nilai-nilai Seni Teater Siswa SMP Yasda nusantara dilakukan dengan cara yang sangat interaktif dan menyenangkan di lingkungan sekolah ini. Siswa tidak hanya diminta untuk menghafal naskah, tetapi juga melakukan riset mendalam mengenai latar belakang sejarah dan filosofi dari cerita rakyat yang akan mereka bawakan. Proses kreatif ini melibatkan pembuatan kostum tradisional, properti panggung yang bernuansa etnik, hingga penggunaan instrumen musik tradisional sebagai pengiring cerita. Keterlibatan langsung dalam seluruh proses produksi memberikan pemahaman yang jauh lebih membekas dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas tentang warisan nenek moyang.
Penampilan seni teater yang diadakan secara rutin di sekolah ini seringkali mengangkat tema-tema yang relevan dengan kehidupan sosial masa kini namun tetap dibalut dalam bingkai tradisional. Hal ini bertujuan agar pesan moral yang disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh audiens dari kalangan teman sebaya. Kemampuan siswa dalam menginterpretasikan tokoh-tokoh legenda ke dalam konteks modern menunjukkan tingkat kreativitas yang luar biasa tinggi. Mereka belajar bahwa tradisi tidak harus kaku, melainkan bisa terus hidup dan berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi aslinya. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pementasan yang mereka suguhkan.
Selain aspek pelestarian, kegiatan teater juga menjadi sarana yang sangat ampuh untuk melatih kepercayaan diri dan kerja sama tim di kalangan siswa. Di atas panggung, setiap individu memegang peranan yang sama pentingnya, mulai dari pemeran utama hingga kru di balik layar. Disiplin dalam berlatih dan tanggung jawab terhadap peran masing-masing membentuk mentalitas yang kuat pada diri peserta didik. Mereka belajar untuk saling mendukung dan menghargai kontribusi orang lain demi tercapainya sebuah pertunjukan yang harmonis. Keterampilan sosial seperti ini merupakan aset berharga yang akan sangat berguna bagi masa depan mereka di dunia kerja profesional nantinya.
Dukungan dari pihak sekolah dan orang tua menjadi faktor kunci keberhasilan program kesenian ini. Pemberian ruang yang luas bagi ekspresi bakat menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang prestasi akademik di bidang sains atau matematika. Kecerdasan emosional dan apresiasi estetika juga mendapatkan tempat yang sama terhormatnya dalam kurikulum sekolah. Banyak orang tua yang merasa bangga melihat anak-anak mereka mampu membawakan tarian daerah atau berdialog dalam dialek lokal dengan sangat fasih di atas panggung. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap program pelestarian yang sedang dijalankan oleh institusi pendidikan tersebut.