Dunia remaja sering kali identik dengan waktu bermain dan belajar di sekolah, namun di SMP Yasda, kita akan menemukan fenomena yang berbeda dan sangat menginspirasi. Beberapa siswa di sekolah ini telah berhasil menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memahami dunia wirausaha. Yang lebih mengagumkan lagi, mereka tetap mampu mempertahankan posisi sebagai juara di kelas meskipun sibuk mengelola usaha kecil-kecilan mereka. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak yang ingin mengetahui bagaimana keseimbangan antara dunia pendidikan dan dunia bisnis ini bisa tercipta dengan begitu harmonis di sekolah tersebut.
Rahasia pertama terletak pada kurikulum kewirausahaan yang diterapkan secara praktis di SMP Yasda. Sekolah tidak hanya mengajarkan teori ekonomi di dalam buku, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk mempraktikkan langsung cara berjualan dan mengelola keuangan melalui kantin kejujuran atau bazar sekolah. Siswa diajarkan bahwa berbisnis adalah tentang pemecahan masalah dan memberikan nilai tambah bagi orang lain. Dengan pola pikir ini, bisnis tidak dianggap sebagai beban tambahan yang melelahkan, melainkan sebagai sebuah hobi produktif yang melatih kreativitas serta logika berpikir mereka di luar jam pelajaran formal.
Kedua, ada peran penting dari guru-guru yang bertindak sebagai mentor bisnis sekaligus pengawas akademik. Guru di SMP Yasda sangat terbuka dengan aktivitas kewirausahaan siswanya, selama aktivitas tersebut tidak melanggar etika dan aturan sekolah. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, materi pelajaran sering kali dikaitkan dengan kasus nyata yang dihadapi siswa dalam usahanya. Hal ini membuat pelajaran menjadi jauh lebih relevan dan mudah dipahami. Motivasi untuk menjadi juara justru semakin kuat karena siswa sadar bahwa ilmu yang mereka dapatkan di kelas, seperti matematika atau bahasa, sangat berguna untuk mengembangkan skala usaha mereka ke depan.
Keseimbangan ini juga didukung oleh penerapan disiplin yang sangat ketat namun fleksibel. Siswa diajarkan teknik manajemen prioritas. Mereka memiliki jadwal yang jelas kapan harus fokus pada buku pelajaran dan kapan bisa mengecek perkembangan bisnisnya. Kemampuan untuk mengalihkan fokus secara cepat ini adalah keterampilan tingkat tinggi yang biasanya hanya dimiliki oleh orang dewasa profesional. Namun, melalui bimbingan yang tepat di SMP Yasda, para remaja ini sudah mampu melakukannya. Menjadi seorang juara di sekolah sekaligus pelaku usaha sukses membutuhkan mentalitas yang sangat tangguh dan kemandirian yang matang.